Rabu, 13 Mei 2009

Selamat Hidup Baru


Pelaminan itu hanyalah sekotak peti sampah,tetapi ketulusan dan kesederhanaanlah yang menjadi kekuatan cinta mereka





Kue dibungkus koran yang dibeli sendiri oleh duit hasil ngamen anak anaknya



Merekapun ikut merasakan sukacita itu



Bersama Romo Eko Putranto O.Carm
di katedral Ijen Malang



Bunga itu indah saat ditaburkan dengan ketulusan


Semua ikut bahagia



Siap Menjadi Bapak Untuk Istri dan Anaknya




Hujan itu pertanda rejeki untuk mempelai



L V , 19 April 2009

Turut menghantarkan menuju suatu langkah hidup yang sangat membahagiakan. Pasangan kakak pendamping dari anak anak terpinggirkan. Mereka menikah dengan kesederhanaan. Walau beda agama,akan tetapi dengan saling menghargai masing masing keyakinan, mereka tersatukan karena kehendak Tuhan dan restu dari orang tua dan semua anak anaknya. Pernikahan unik dan sederhana melibatkan 20 becak dan dalam keadaan hujan lebat turun menyambut mereka disepanjang perjalanan menuju tempat resepsi,menandakan alampun merestui pernikahan itu,kelimpahan rahmat dan rejeki juga mengiringinya. Dengan kursi pelaminan berupa kotak sampah dan dialasi karpet kresek sampah berikut sampahnya,dilingkari anak anaknya yang semuanya adalah pengamen dan mantan pengamen. Acara sederhana tersebut jadi sulit terlupakan dan menjadi kenangan tersendiri untuk yang menghadirinya.
Selamat dan Bahagia. Semoga kesederhanaan itu tetap mewarnai perjuangan kalian dalam menempuh hidup baru. Teriring doa dari semua anak anakmu,kakak kakakmu.